Bersama Tak Harus Sama
Ngikutin jejak Mas AgusSet yang mencoba mengintisarikan ceramah Ied:
Ummat Islam saat ini sangat jauh dari harapan Rasulullah SAW yang mengharapkan ummat Islam sebagai satu kesatuan seperti anggota tubuh yang apabila satu bagian merasa sakit, bagian yang lain akan ikut merasa sakit.
Namun pada kenyataannya, ummat Islam ini tercerai berai, saling membenci karena berbeda bendera, berbeda pemahaman, berbeda penafsiran, berbeda cara sholatnya, berbeda waktu sholat Ied, dan lain lain.
Rasulullah dalam haditsnya mencontohkan hendaknya ummat Islam bersatu dan bersama, bersama tak harus sama, justru perbedaan akan memperkuat posisi umat islam yang bersatu dan bersama. Contohlah jari tangan kita ada jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking. Ummat islam hendaknya seperti tangan ini yang jika bersama akan memberikan manfaat nyata bagi sekitarnya.
Jempol menyimbolkan UMARA atau pemerintah atau birokrat, telunjuk menyimbolkan saudagar atau orang kaya, jari tengah menyimbolkan ULAMA atau teknokrat, jari manis menyimbolkan pemuda, dan jari kelingking menyimbolkan wanita.
Seluruh elemen ini apabila bersama maka niscaya Islam akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat yang memiliki kekuatan tawar yang tinggi dan mampu melawan agitasi dari zionis Israel dan intimidasi kapitalis AS.
Namun bila kita tercerai berai, apa yang bisa kita pegang? tidak ada…
Popularity: 2% [?]
About this entry
You’re currently reading “Bersama Tak Harus Sama,” an entry on www.triaji.net/blog
- Published:
- 27.10.06 / 9am
- Category:
- Spiritualism






2 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]