I Never Put My Stock on Religion
I’m a muslim…
I testify, I pray, I spare, I feast, hopefully someday I’ll be invited to the holy land
But I never put my stock in religion…
I’ve seen anger and hatred coming out of those who acted as the representative of God
Destroying everything except their words of “truth”
I put my heart in humanity and affection to others, where there is no such lie like to accept thouroughly with no question asked.
To serve God, not to be God. It is the reality we sense
Where we live our kingdom of heaven, our kingdom of conscience
June 26th, 2006 in
Personal

mas, mbok yao aku diajarin bhs Inggris tho

btw, angkat tangan utk apa nih??? mau jadi rembulan di langit hatiku? nanti si mbak’e marah piye
Ngomong sendiri aja tiap hari pake bahasa Inggris Lin, pasti bisa…
aku ga percaya.
Aku angkat tangan soalnya nga ngerti… mosok sih kamu ga ada yang mau
Kamunya mungkin yang pilih-pilih tebu
iyeh .. kenapa ya agama jadi begitu ironis
Lebih tepatnya lagi disalahgunakan dan alat pembenaran atas nama Tuhan
‘in the name of Allah, the most Gracious the most Mercifull’
and yet, sometimes they have no gracious nor mercy….
Islam adalah Rahmatan Lil Alamin.
#johan: bukan agamanya yg ironis, tapi orangnya…
hmmmmmm….. pilih2 tebu?? mending kalo ada yg dipilih. keknya sih blom ada yg berani aja utk maju
#mas agus, hehehe .. mungkin ada perbedaan pendapat (yg memang nggak usah diperbedabatkan), karena setahu saya (bisa jadi dari agama yg saya anut) bahwa agama adalah bentukan manusia ….
jangan terlalu serius sama agama…karna kadang agama nggak punya sense of humour… kebanyakan haramnya….
Novel “rembulan di langit hatiku†telah terbit lho, coba kunjungi: danisetiawan.multiply.com
…. berikut sedikit sinopsisnya:
“….. berkenankah engkau menjadi rembulan di langit hatiku? hati yang merindukan lembut cahayanya? Berkenankah engkau menjadi Aisyah-ku? seperti kehadiran Aisyah r.a. dalam kehidupan Nabi Saw.? Berkenankah engkau ….. menjadi istriku?
Bidadari itu terdiam mendengar apa yang kukatakan. Ia tak berucap meski hanya sepatah kata, pandangannya menerawang angkasa. Sejenak kemudian ia menatap mataku, lalu ia alihkan pandangannya ke pepohonan yang tumbuh di sekeliling kami. Air mata … mengalir lembut … lembut sekali … di pipinya.
————————————————-
Novel romantis ini berkisah tentang sebuah perjuangan, untuk mewujudkan cinta sejati. Cinta yang tak hanya berjalan sendiri, … tetapi menyelaraskan kehadirannya bersama percikan-percikan akal, dan getar-getar nurani.
Bila cinta itu telah datang, … adakah seorang yang bisa bersembunyi dari pesona yang dibawanya?
Bila kerinduan itu telah tiba, … adakah seorang yang bisa mengelak dari kehadirannya?
=======================================================
Profil Penulis
Dani Setiawan (Dan’s) menjalani masa-masa sekolahnya di Bandung. Setelah lulus dari SMAN 2 Bandung, ia melanjutkan S1 di ITB, lulus dengan predikat “sangat memuaskanâ€. Setelah merasakan atmosfer “kerja†di Jakarta dan Bogor, ia kemudian melanjutkan S2 di ITB, lulus akhir tahun 2006. Pada tahun 2003, ia sempat mempublikasikan syair-syair yang pernah dibuatnya, dalam sebuah album-musik indie “Seismic, terlabuhkan/rumahku surgakuâ€. Hobby menulis mulai tumbuh sejak ia masuk di sekolah menengah tingkat pertama. Novel ini adalah buku pertama yang dipublikasikannya. Novel ini sendiri terbit bersamaan dengan terbitnya album indie “Dan’s, rembulan di langit hatikuâ€
==================================================
Buku diterbitkan oleh: SATU LUBUK–Relung Hati
Distributor : KALAM 08156276264