Borju, So What Gitu Loh!

Jika sempat menonton televisi nyaris tengah malam, kita akan disuguhkan berbagai macam tayangan untuk segmen dewasa. Tapi dalam postingan ini saya hanya mencoba mengulas acara otomotif yang menurut saya tidak bermanfaat (walaupun masih lebih mending dibanding acara syur). Kenapa? Coba tengok ocehan bocah ingusan berkantong tebal ini di salah satu segmen modifikasi:

“Modifikasi mobil ini menelan biaya sekitar 300 jutaan”

Buset!!! Mobil ga lebih dari dua ratus juta dimodif sedemikian mahalnya. Hanya untuk pamer, memuaskan ego, ngabisin duit bokap. Sound system menggelegar, jok racing, mesin permak habis, untuk apa???

Masih banyak saudara-saudara kita yang kelaparan… Kenapa harus memberi makan mobil? Masih banyak orang-orang tidak mampu yang hanya bisa makan sehari sekali, itu pun dengan susah payah…

Dengan tayangan-tayangan hedonis seperti itu, mau dibawa kemana mental anak muda Indonesia? Bangga dengan apa yang dibawa, bukan apa yang diberi…

Ambil remote… matikan itu TV…

Comments (5)

johanJune 21st, 2006 at 6.28 pm

TOB!

V N ZJune 22nd, 2006 at 1.07 am

Yang makin bikin perih hati untuk orang macam aku yang tergolong fakir ini. kadang dibumbui dengan kata “cuma”,

“Gw modifikasi sound systemnya ini cuman habis 60 jeti doang”. Terus yang ngomong masih anak SMP.

KAPITALIS KERAPAT!!

agussetJune 23rd, 2006 at 1.02 pm

hahaha… namanya juga acara tv… itu mah salah yg nonton aja! :)

putyJune 23rd, 2006 at 3.51 pm

uang itu kalo gampang dateng, maka gampang aja keluarnya…

yoyokJune 24th, 2006 at 3.41 am

“bisnisnya bisnis adalah bisnis,
bukan kepentingan umum,
tidak perlu permintaan maaf”

begitu kata harian the economist

maju terus pantang mundur kapitalisme !!
so what gitu loh…hehehehe

Leave a comment

Your comment