Bencana Alam = Penguatan Mata Uang

Ada yang ironis dibalik penguatan rupiah akhir-akhir ini. Masuknya dana asing dari luar negeri membawa rupiah terapresiasi. Namun dana ini bukan untuk investasi produktif, tapi merupakan dana bantuan untuk bencana alam Jogjakarta dan Jawa Tengah.

Kejadiannya mirip dengan bencana Tsunami di NAD. Haruskah seperti ini? Bencana dulu baru maju? Sementara Tim Ekonomi kabinet bertepuk dada bangga, padahal tak ada yang patut dibanggakan.

Comments (7)

ceprisJune 19th, 2006 at 2.05 pm

Mungkin mereka bangga bahwa dirinya lolos dari bencana, jadi menepuk dada

AjiJune 19th, 2006 at 2.06 pm

Mungkin juga :)
Tapi yang pasti, yang suka menepuk dada itu kan gorilla

johanJune 19th, 2006 at 3.17 pm

begitulah …. pepatah “ada berkah di balik bencana” cocok buat mereka …

padahal mereka nggak kena ya?

rendyJune 19th, 2006 at 7.07 pm

perasaan nilai tukar masi ga stabil deh…

agussetJune 20th, 2006 at 3.10 am

ah masa sih karena bencana? bencana hanya sebagian kecil faktor koq (katanya!) :)

lindaJune 20th, 2006 at 7.45 am

waaaaaaaah jangan donk mas
cukup deh gempa jogja bencana terakhir di negeri ini

AjiJune 20th, 2006 at 8.12 am

@rendy: penguatan adalah trend, jadi belum tentu trend penguatan selalu stabil, karena penguatan adalah bagian dari ketidakstabilan bersama-sama dengan pelemahan

Leave a comment

Your comment