SUN
Jangan ngeres dulu, SUN di atas singkatan dari Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Direktorat Pengelolaan Surat Utang Negara RI atau di AS dikenal dengan T-Bill (Treasury Bill). Baru baru ini pemerintah mengeluarkan SUN baru dengan metode debt switching (pengalihan hutang) dengan jangka waktu jatuh tempo tahun 2013.
SUN ini bernilai 12,5% per tahun, sangat tinggi untuk ukuran T-Bill. Metode ini sering dilakukan dalam rangka menghadapi jatuh tempo pembayaran hutang (gali lubang tutup lubang) walaupun rasio likuiditas BI cukup terjamin, rupanya pemerintah belum berani menekan devisa yang dianggarkan tahun ini melunasi hutang IMF sebesar 50% dari total. Pengeluaran terbanyak akan ada di selisih kurs, belum lagi jika sentimen pasar menjadi negatif akibat kelangkaan dollar yang dibeli pemerintah.
Likuiditas BI yang pada akhir April lalu cukup menggembirakan tidak menjadi jaminan pemerintah mampu membayar surat utang jangka panjang ini, malah kemungkinan SUN ini akan kembali dikonversi ke perjanjian perdagangan. Mengingat pelaku pasar yang memberi hutang adalah kebanyakan pemerintah luar negeri dan korporat. Kompensasinya bisa berupa tax break dan open door policy untuk impor.
Saya bukan ahli menghitung rate, tapi ini mengindikasikan bahwa rupiah akan terus melemah hingga akhir tahun, setidaknya hingga November. Secara kumulatif, aksi impor akan semakin menekan ekonomi negara ini.

rupiah melemah? hehehe…. konversi ke euro menguntungkan saya kalau nanti mudik bawa euro…
Ya, semua Mahasiswa Indonesia di Jerman diharapkan pulang membawa Euro sebanyak-banyaknya dan nanti kembali ke Jerman membawa rupiah sebanyak-banyaknya, untuk ditukar di sana.
Rugi demi bangsa, itu motto mahasiswa