IHSG, Intervensi BI, Pengorbanan Cadangan Devisa
IHSG terpuruk (atau boleh dikatakan terjerembab), dan rupiah melorot ke level 9.170/USD. Wah wah, sikap penarikan dana jangka pendek oleh investor menyulut api di jenggot kepala BPPN Bappenas, Menkeu, dan Gubernur BI.
Langkah pencegahan keterpurukan seperti biasa, intervensi mata uang yang dapat menurunkan devisa negara. Dan bodohnya lagi, kala dollar ada di ambang 8.600/USD, pemerintah enggan membayar hutang ke IMF. Kalau sekarang baru direalisasikan, maka habislah uang rakyat itu terkonversi ke kurs.
Miskin lagiiii… ah! miskin lagiiii (nada lagu dangdut ‘mabuk lagi’). Gara gara the Fed menaikkan suku bunga, ekonomi Asia terkena depresi cukup hebat. Sentimen negatif kembali menaungi lantai bursa BEJ. Investor semakin merasa iklim investasi di Indonesia terlalu beresiko, walaupun dengan penurun SBI.
Yang paling disesalkan adalah keinginan Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu dalam menggunakan berbagai macam cara untuk mencegah penurunan nilai Rupiah. Menteri Boediono dengan senyum getir mengatakan bahwa penurunan ini hanya bersifat sementara… Memang, naik turun hal yang biasa, tapi anjlok itu jangan dikata sementara Pak.
