Tulus

Gemericik gerimis menemani penat di larutnya hari
Mencoba menuai ingatan kelam yang kian terpatri
Menyusuri alur yang dangkal dan nyaris berhenti

Aku diam lalu terpejam
Apa takdir ini semestinya demikian?
Merayap dalam gelap
Mencari jalan keluar
Bertutur jujur tapi tetap terkubur

Hanya tulus yang aku punya
Berumahkan hati yang penuh cacat dan jauh dari sempurna

Sisakan untukku secuil hatimu
Tak perlu seluruhnya, cukup hingga aku tersenyum kembali

Akan kutinggalkan separuh hatiku di sini
Pungutlah jika kau mau
Mohon jangan kau tendang jika kau enggan

-Aji- Akhir Februari 2006

Comments (4)

kusFebruary 27th, 2006 at 1.02 pm

di pungut , di banitng trus di injek - injek!!!

duh dasar plagiat, dapat darimana puisi ini?

AjiFebruary 27th, 2006 at 1.14 pm

Kok plagiat? bikinan sendiri dong, malu lagi hari gini masih plagiat

agussetFebruary 28th, 2006 at 1.09 am

lumayan kalau bisa nemu “separuh hatimu”, bisa buat bikin sambel goreng ati. tambahin pete pasti jadi sedep!

AjiFebruary 28th, 2006 at 9.11 am

Engineers pada ngomong jadinya terkesan rasional semua :)

Leave a comment

Your comment