Komunikasi Asertif

Komunikasi asertif sangat diperlukan dalam diskusi, pemecahan masalah, tukar pendapat. Berbeda dengan komunikasi pasif yang kontra-produktif dan komunikasi agresif yang destruktif, komunikasi asertif didasari dengan pikiran yang positif dan terbuka menerima masukan, mengkoreksi, memverifikasikan data yang kurang lengkap, mencari solusi permasalahan secara efektif dan bijak.

Komunikasi asertif inilah yang diperlukan oleh para penguasa di Indonesia, para pengusaha, para kepala keluarga, dan siapapun yang menamakan dirinya manusia beriman.

Comments (4)

agussetFebruary 22nd, 2006 at 7.16 pm

belum bisa diterapin kayaknya komunikasi asertif ini. penguasa masih suka marah kalau disanggah pendapatnya, rakyatnya sendiri masih suka sungkan dan takut sama penguasa jadi kemungkinan menyanggah pendapat penguasa juga kecil…

eh jangankan rakyat, wong para pembantu dan penasehat orang yang berkuasa aja masih pada sungkan dan takut koq sama bossnya…

HediFebruary 22nd, 2006 at 9.42 pm

Indonesia kan karakternya patriakis…jadi susah juga asertif walaupun saya setuju kalo mau diterapin.

LuigiFebruary 23rd, 2006 at 2.19 am

meski sulit tapi penting buat mereka yang ingin maju utk bis asertif.. easier said than done, yes! but not impossible to do so..

Kita butuh komunikator ulung! :)

erniDecember 15th, 2006 at 3.31 pm

seseorang trkdang bersikap submisif, terkadang agresif, tapi ada kalanya juga asertif,
untuk bisa berkomunikasi secara asertif mmg butuh proccess,
i agree ‘th Luigi’s, not imposible to do it, Ganbatte!
:)

Leave a comment

Your comment