Kurangi Produksi Sampah… Sekarang!

Masalah sampah bisa menimbulkan efek domino yang walaupun tak terlalu panjang, namun cukup berbahaya, terutama bagi kesehatan.

Sudah saatnya kita mengurangi produksi sampah, terutama sampah non-organik seperti plastik dan turunannya.

Apabila ibu-ibu berbelanja ke pasar, cukup gunakan 1 kantong plastik saja. jika kita ke supermarket dan membeli sebatas barang kecil yang bisa dimasukkan ke saku, tak usah meminta kresek, dll.

Akan lebih baik menggunakan kantong belanja dari kertas daur ulang.

Mari, kita kurangi produksi sampah, sekarang!

Comments (25)

Akhmad RiqqiJanuary 25th, 2006 at 11.57 am

Setuju,
Kang Aji, salam kenal maaf saya terpaksa menggunakan jalur ini untuk memberitahukan mengenai pembuatan weblog untuk Bike Commuter Bandung. Sampai saat ini belum ada web atau weblognya, karena kesibukan saya.
Saya sangat berterima kasih sekali Anda bisa membantu kami dalam mengkampanyekan penggunaan sepeda.
Sekarang ini sedang ada masalah di mail server GD jadi saya tidak bisa membalas email anda, kalau pun ada hatur nuhun.
Untuk materi-nya bisa kita diskusikan dan ada beberapa materi dijital.
Hatur Nuhun Pisan…

Akhmad Riqqi

AjiJanuary 25th, 2006 at 12.50 pm

Terima Kasih Kang Riqqi atas kunjungan dan dukungannya, mungkin ke depannya bisa kita wujudkan sebuah wadah komunitas, minimal bagi para penggiat online sebagai permulaan, saya bisa membantu dalam hal hosting. Tapi saya perlu masukan berupa konsep, visi dan misi dari Akang, terima kasih

agussetJanuary 28th, 2006 at 4.59 pm

Cukup susah mengurangi jumlah sampah, apalagi yang non-organik seperti plastik. Di penjuru Indonesia, bahkan dunia, sampah plastik adalah momok, namun demikian dengan teknologi daur ulang, masalah ini sedikit bisa diatasi, apalagi jika kita punya manajemen sampah yang baik dan pengetahuan masyarakat tentang sampah juga baik.

Perlu diajarkan dan ditanamkan kepada anak2 sejak kecil bagaimana cara “memperlakukan” sampah dengan benar. Di negara maju (di sekolah-sekolah) secara perlahan dan bertahap anak2 diajarkan tentang sampah, orang tua pun menanamkan hal yang sama dengan apa yang diajarkan di sekolah. Fasilitas tempat sampah umum pun banyak bisa ditemukan di setiap sudut dan dalam keadaan terawat dengan baik. Mobil sampah pun secara berkala membersihkannya.

Jadi, memang perlu komitmen semua pihak jika ingin mengatasi masalah sampah: masing2 individu, masyarakat dan pemerintah, dan harus berkesinambungan (jangan cuma program instan atau “reaktif” ketika ada suatu masalah saja). Mungkin tidak bisa sekaligus untuk seluruh wilayah Indonesia, tapi masa sih kota metropolitan seperti Jakarta yang gemerlap dan begitu modern (dan sudah berusia ratusan tahun) tidak bisa mengatasi masalah seperti itu?

Wah, kepanjangan deh… :D

AjiJanuary 30th, 2006 at 8.11 am

Asal muasalnya tentu kembali ke pembentukan karakter, yaitu pendidikan gratis dan berkualitas

niken tiaraMay 4th, 2006 at 8.56 am

Senang sekali bertemu blog ini krn sy interest bgt dg masalah sampah. ^_^
Benar sekali kalo pengelolaan sampah mmg hrs dibiasakan dr sumbernya. Minimal memisahkan antara sampah organik&anorganik. Basah&kering. Lebih bagus lagi kalo yang B3 juga dipisah. Sulit mmg, krn mengelola sampah berarti mengelola gaya hidup yang sudah berurat akar. Tapi langkah besar sll dimulai dari yang kecil bukan? Setuju deh dg judul postingnya..^_^
Oiya, skrg sy sdg belajar meneliti bgmn pengelolaan sampah dari rumah tangga bisa mjd perilaku kolektif komunitas. Mungkin mas2 & mbak2 yg di sini bisa memberi sy masukan. Terima kasih banyak sebelumya. .^_^
Sekali lagi, seneng bgt mampir di sini..

Almy MalisieJuly 20th, 2006 at 4.04 am

halo, salam kenal,, saya temennya mas agus dan mbak muti,, nemu blog ini dari blognya mas agus…

Walaupun saya lulusun teknik lingkungan, saya belum mau mendeskripsikan saya sebagai ahli lingkungan karena keterbatasan ilmu saya, tapi insyaallah saya sangat concern dgn masalah lingkungan, terutama di indonesia.

cuman pengen sharing aja,, saya punya temen kuliah IT di Pune, India,, Kira2 setahun yang lalu, dia cerita kalau di India terjadi banjir besar (saya lupa tepatnya di kota apa),, dan setelah diteliti lebih lanjut,, permasalahan banjir nya ternyata karena drainasenya tertutup sampah, setelah dikeruk,, ditemukan sampah plastik dalam jumlah yang sangat banyak. dan itu sampe bikin governmnentya bikin peraturan bahwa sejak saat itu plastik dilarang di India,, jadi kalau mau belanja either pakai kantung kertas atau kain..

seperti halnya di eropa,, terutama di jerman ya, hal ini sudah sangat lazim,, dimana2 orang membawa kantung belanjaan yang terbuat dari kain,, kalaupun ada orang yg tidak membawanya,, mereka harus membeli kantung plastik di supermarket tpt mereka belanja dgn harga sekitar 9 cent. tentu malas kan kalau tiap kali belanja harus beli? makanya dgn itu meningkatkan kesadaran untuk mengurangi plastik.. Disamping juga sistem pengelolaan sampah di jerman yang cukup bagus dan mereka punya target bahwa tahun 2015 mereka TIDAK punya sampah yang akan dilandfilling, jadi semuanya direcycle.. (ini peraturan jerman yg saya pelajari bangku S2 sektiar 3 thn lalu,, mudah2an belum berubah :D)

kalo di indonesia,, aduh dimana2 beli apapun pakek plastik,, waktu saya ngekos di cisitu bandung, kalau kita ke pasar simpang dago, beli lotek dapet plastik, beli es campur dapet plastik, beli benang jahit dapet plastik, beli kaus kaki murahan yg seribuan dapet plastik,, kalau diitung2, saya bisa dapet 10 plastik sehari, apalagi kalo anak2 kos2an yg tiap harinya makan beli di luar,, pasti sll dapet plastik..
kalau belanja di carrefour,, saya liat orang2 bisa pulang dengan bawa 5-10 kantung plastik,, walaupun bawa mobil sendiri,, padahal kan bisa langsung dipindahin dari troli belanja ke mobil,, dari mobil langsung ke rumah..

nah, tahun lalu ketika saya ke surabaya untuk penelitian S3 saya,, saya diajak temen yang kerja di NGO untuk ikut seminar pengelolaan sampah yang diadakan oleh pemkota (pemerintah kota surabaya), ketika session tanya jawab, saya ngacung. Selain ingin bertanya, saya juga sharing dgn kondisi pengelollan sampah yang saya ketahui di eropa terutama di jerman ini.. tapi sangat disayangkan sharing saya ini sama sekali tidak direspon oleh pihak pembicara yang (katanya) adalah orang yg paling berkuasa di sby untuk permasalahan sampah..
dan ini bukan satu dua kali pengalaman,, masih banyak pengalaman temen2 saya yg aktifis lingkungan yang sering menemukan kasus low env. awareness di kalangan pemerintahan.

padahal kalau saja pemerintah bisa melakukan suatu gebrakan, insyaallah pelan2 masyarakat bisa ikut tertular..

ttg permasalahan gunung sampah di bandung,, saya pikir bukannya itb tidak berusaha untuk menanggulanginya,, tapi seringkali proposal2 untuk menanggulangi sampah kejeduk soal biaya, atau ijin pemerintah dll..

na ja,, spt aa gym aja kali ya, mulai dari hal2 yg plg kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang..
jadi ayo, mulai dari sekarnag biasakan recycle dan reuse sampah .. okeh? :D

almy

AjiJuly 22nd, 2006 at 11.02 am

Halo Mbak Almy, salam kenal. Sangat setuju sekali dengan paparan yang Mbak berikan, masukannya sangat berharga, semoga mbak nanti saat memegang posisi yang terkait masalah ini bisa mengambil kebijakan yang mendukung ke arah pengelolaan sampah pada khususnya dan lingkungan pada umumnya.

liezaAugust 18th, 2006 at 8.09 pm

hallo mas aji, salam kenal dari papua ya..saya senang banget bisa nemu blog ini karena kebetulan saya ingin buat seminar skala nasional
di kota Jayapura mengenai pengelolaan sampah perkotaan yang jadi masalah dimana-mana, walaupun di Papua lahannya masih luaaass banget untuk di open dumping :), tapi kan lama-lama berdampak juga kan..saya yang juga dosen di jurusan Teknik Lingkungan di Univ. Sains dan Teknlog.Jayapura (tahun 1999 saya diminta mendirikan jurusan itu walau masih fresh from the oven ! hehe.. mengabdi ceritanya pada bangsa)sudah 7 tahun ini melihat perkembangan kota di Papua semakin meningkat tajam, dan dampaknya sampah dimana-mana! sampe bosen tiap tahun saya mimpin demo bareng mahasiswa masalah sampah ga di dengar pemerintah. karena prioritas di Papua kan pembangunan infrastruktur maklum lagi pemekaran wilayah dimana-mana.. aduh..bagaimana ya menyadarkan masyarakat dan pemda bahwa masalah sampah bukan hal yang sepele?

ronySeptember 4th, 2006 at 11.12 am

hallo mas aji,saya berminat dalam hal mengenai daur ulang.sebelumnya saya minta tolong denagn mas aji,mas aji punya alamat-alamat tempat daur ulang di kota Bandung.

cipoetSeptember 19th, 2006 at 9.14 am

betul bgt Yang di bilang si akang.tapi susahnya klo di supermarket indo blm bnyk yg nyediain kantong blnj dr kertas. saya punya rencana pengen buat sendiri ,semoga aja kesampean.
lagi berburu artikel soal masalah sampah neh,kalo yang bergaung masih sedikit walaupun aslinya masalah itu besar dan blom berhenti. tapi kebnykan dari kita baru concern maslah sampah kalo lg denger berita orang mati karena sampah.paling seminggu ntar udah ga kedengaran lagi. saya hrus bawa kantong sampah sendiri biar nyadar ga boleh buang sampah sembarangan.
Terus ingetin ya kang.

iwuySeptember 29th, 2006 at 12.04 pm

salam kenal,
saya lagi mencari warga kota bandung dan kota cimahi yang mengelola sampah dilingkungannya. pengelolaan yang saya maksud adalah sampah konsumsi rumahtangga yang di olah sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang berharga, dapat berupa pupuk atau yang lainnya.
pelaku tersebut bisa jadi contoh yang baik bagi kita seIndonesia.
terimakasih atas informasinya.

bonnyOctober 27th, 2006 at 12.14 am

bakar sampah rame rame

tyoDecember 9th, 2006 at 1.21 am

sampah hal yang menjijikan kl kt ttp punya paradigma spt itu g mgkn bs selesai tp g segampang itu mending sampah yang ada diperkotaan itu langsung di selesaikan di smbr timbulan terdekat yakni perumahan shg tiap developer hrs memiliki konsep corporate social responsibility contohnya di jkt ada taman yang khusus u/ mengelola sampah perumahan shg dlm menanggulangi mslh sampah selanjutnya pemerintah hanya fokus untuk mengelola sampah di tmpt publik dan ekonomi rendah yag krg punya modal, uang n org n etc. dan u/ memaksa pihak developer itu kan mstinya bisa melalui amdal wktu melakukan izin mendirikan perumahan

achmadJanuary 30th, 2007 at 11.30 pm

asswrwb.okeee……seneng banget dapat temen temen yamng peduli lingkungan, semua butuh waktu dan usaha rakyat banyak.so, we all have to try,(kalo cuma diomongin doang kan gak seru ..!).hidup pejuang peduli lingkungan

nitaFebruary 8th, 2007 at 10.15 pm

halo, salam kenal semuanya,
saya ketemu blog ini dari hasil searching mengenai sampah di google…mau ikutan nimbrung…
saya awam mengenai teknik lingkungan hidup, tetapi saya concern mengenai isu lingkungan hidup dan ingin mengetahui lebih banyak lagi dari teman2 semua disini..

yang saya ingin ketahui, ‘apakah insinerator (alat pembakaran sampah) dapat dijadikan alternatif pengurang sampah?’ alat ini baru saya ketahui juga dari hasil searching di google & kelihatannya berguna, tetapi kenapa tidak dikembangkan ya? apakah ada efek sampingnya atau hal lainnya yg menghambat penggunaan alat ini?

bagaimana menurut teman2 semuanya?

terima kasih

feby kumaraMay 1st, 2007 at 3.54 pm

salam kenal mas aji,

tak kenal maka tak sayang…
saya feby kumara, sedang colleg sebelum masuk kuliah di jerman.

saya seneng banget baca blog mas aji yang tema ini, karena saya sendiri tertarik dengan masa depan pengolahan sampah di indonesia.

kalo yang dibilang mbak almy bahwa pengolahan sampah di jerman itu sudah sangat baghus sekali, itu sudah saya rasakan dan saya lihat sendiri. di jerman ini sampah sudah dibedakan menjadi 4 bagian sejak dari tingkat rumah tangga : kaca, bio, kertas dan plastik. pengambilan sampahnya pun sudah terjadwal pada hari tertentu, dan itu menjadi tanggung jawab perusahaan pengolahan yang ditunjuk oleh pemerintah setempat.

saya sendiri insya Allah bulan oktober ini mulai kuliah jurusan environmental engineering dan pengennya sih s2 nyebrang ke jurusan mesin dengan spesifikasi proses bio dan lingkungan.

cita2 saya sih, pengen pulang indonesia kalo sudah menyelesaikan studi saya dan bisa bermanfaat buat bangsa (ini idealismenya) terutama dalam masalah lingkungan, terutama di kota saya (tegal). jadi waktu membaca komunitas ini, senang sekali rasanya, ternyata di indonesia masih banyak yang peduli akan lingkungannya.

mohon info selanjutnya tentang pengolahan sampah di indonesia, tertama di jawa tengah kalo ada.

trims…

YasaJune 6th, 2007 at 1.54 pm

Ass. Wr Wb.
salam kenal mas aji,
Saya M. Yasa’ Afroni, sedang belajar tentang mesin pengolah limbah plastik sederhana. Di tempat saya ada beberapa pengepul barang bekas dan limbah plastik.
Tetapi saya lihat masih banyak sampah plastik di mana mana, terutama di kampung saya.
Saya kira kalau ada rancangan sebuah mesin daur ulang plastik yang murah, sederhana dan mudah pengoperasiannya, dapat menghasilkan produk plastik daur ulang yang cukup bagus untuk dijual, maka masyarakat akan dapat memperoleh penghasilan tambahan sekaligus meningkatkan kebersihan lingkungan.
Di tempat saya mengajar, ada beberapa peluang memperoleh dana untuk pengabdian masyarakat, terutama yang berkaitan dengan lingkungan.
Ada yang bisa bantu informasi / skema sederhana mesin tersebut? Trims

AzizahSeptember 20th, 2007 at 2.29 pm

salm knal mas..ajie… mas ngomong tentang sampah…saya mau tanya cara menaggulangan sampah plastic yang mudah tuh gimana sich..emang sich kalau salah satunya tric mengurangi sampah plastic jangan banyak2 make plastic kalau giru ntar pabrik plastic merosot donk…!!! trus cara penanggulangan limbah yang udah busuk gimna ya mas..baiknya..!! oh iya sesudahnya salam kenal semua….

ahyaril mursyidOctober 14th, 2007 at 10.10 pm

yassalam………..mas saya dari teknik mesin ugm……..ni ada mata kuliah proyek terpadu, lha diminta buat mesin daur ulang sampah plastik……….saya bingung mencari rancangannya……….yang jelas harus low cost produksi + mudah dioperasikan + efisien………..saya minta tolong….kirimkan saya rancangan mesin daur ulang di email saya….mungkin saya n temen2x saya bisa membuat proposalnya n membuat mesin nya,…………..terima kasih……….

ArnoldOctober 16th, 2007 at 12.09 pm

salam kenal, saya Mahasiswa teknik yang mendapat mata kuliah pengolahan sampah plastik
saya butuh reverensi untuk membuat mesin pengolahnya
saya berharap teman2 yang perhatian sama isu lingkungan ini dapat membantu saya dengan bahan2 tentang mekanisme pengolahan sampah plastik ke tnwdjy@yahoo.com
Thank’for all :smile: :wink:

agungNovember 14th, 2007 at 12.24 pm

salam sejahtera mas ajie,, skarang saya sedang mengadakan penelitian tentang pengolahan sampah ,, saya ingin mengetahui alamat2 tempat daur ulang sampah yang ada di kota bandung ,, thanks before

yecingApril 10th, 2008 at 10.18 pm

salam kenal..
aq mahasiswa teknik lingkungan, aq mw bikin pengolahan sederhana untuk mengolah plastik, mohon minta bantuan temen temen atas informasinya.
please send me at clara1peace@yahoo.com

desniJune 3rd, 2008 at 3.01 pm

salam kenal, saya memang bukan mahasiswa dari jurusan lingkungan, tapi saya respek sekali dengan sampah yang ada di negara kita ini dan bagaimana cara penanggulangannya, naah saya pengen tanya bagaimana cara penanggulangan sampah nonorganik ini,saya mohon jawabannya, soalnya saya juga mau ikit berpartisipasi dalam penanggulangan sampah ini, berawal dari diri kita dulu kan,,mudah-mudahan jawaban yang akan dikasih bisa dikembangkan didaerah saya terutama dilingkungan saya sendiri,makasih sebelumnya.

silviOctober 25th, 2008 at 11.18 am

asw. wr.wb
aq juga setuju tuch…
memang udah sepantasnya qta mulai memikirkan permasalahan sampah ini. oleh karena itu mulai dari sekarang harus qta usahakan mengurangi penggunaan bungkus atau kantong plastik. kepada ibu2 yang sering belanja ke pasar sebaiknya jangan langsung membuang kantong plastik bekas belanjaan sebelumnya, karena kantong yang masih baik dapat digunakn lagi untuk belanja esok harinya. kalo bisa qta kembali aja ke waktu sebelumnya, dmana para ibu2 pergi belanja dengan membawa keranjang belanjaan dari rumah. dengan demikian qta dapat mengurangi produksi sampah kantong plastik.

firmanNovember 9th, 2008 at 2.54 pm

sampah sebenarnya bukan masalah besar hanya masalah umum yg g akan ada penyelesaiannya. karena manusia sejak kecil sudah memproduksi sampah sehingga sampah hingga akhir zaman pun akan trus berproduksi. apapun solusinya itu hanya memperlambat bom waktunya meledak

Leave a comment

Your comment