Polemik Penguburan Dr. Azahari
Sudah beberapa hari ini saya tidak sempat menonton televisi secara intensif (di rumah memang TVnya sedang rusak), di kantor paling hanya selintas-selintas saja.
Jalan-jalan ke webnya bLub, tak sengaja baca tulisan dia tentang polemik Dr. Azahari, yang katanya ketika dikuburkan tidak ada keanehan apa-apa (ambil contohlah misalnya berbau busuk, dikerubungi belatung, ditolak bumi dsb).
Saya pribadi tidak melihat prosesi penguburan tersebut baik secara langsung ataupun lewat media elektronik. bLub dan temannya berpendapat bahwa ada dua kemungkinan mengapa jasad teroris biadab itu tidak mengalami peristiwa di luar akal, yang pertama adalah; serial televisi yang mengetengahkan ide cerita seputar siksa kubur hanyalah isapan jempol belaka, yang kedua; Dr. Azahari memang diridhoi kematiannya oleh Allah SWT.
Duh, bLub! koq perbandingannya dengan acara tivi sih?? yang jelas-jelas tidak mendidik dan jauh dari pesan moral (walaupun ada, hampir semuanya absurd dan tidak rasional).
Pun demikian, dosa orang yang sudah meninggal adalah urusan dengan Tuhan langsung, tanpa ada campur tangan manusia, tanpa Tuhan perlu memperlihatkannya pada manusia (kecuali pada hari akhir atau Yaumul Qiyamah
Jadi, siksa kubur itu harus diyakini ada, namun hakikatnya tidak dapat terlihat secara kasat mata, karena yang dihisab untuk kemudian dihukum atau diberi imbalan adalah ruh (jiwa) bukan raga.
Wallahu’alam bisshawwab

tayangan sinetron berbau agama Islam di TV kita (indonesia) menurut saya mah sangat menyesatkan. seolah-olah menggambarkan bahwa kalo orang yang saat hidupnya berbuat durhaka pasti disiksa menjelang dan saat kematiannya.
kalo bener begitu, pasti banyak kejadian-kejadian aneh di negeri kita (indonesia) ini atau di negara-negara lain juga dan tentunya gak akan jadi aneh lagi karena saking banyaknya.
jadi karena gak ada kejadian aneh maka nanti bisa disimpulkan bahwa negara kita orangnya baik-baik semua. setidaknya, berarti di indonesia gak ada koruptor. atau emang koruptor di indonesia blum ada yang mati kali ya?
Setuju banget Dan! Intinya sih tayangan sinetron “Islami” malah lebih banyak mengaburkan ajaran Islam, bukannya memperkaya khazanahnya.