BioEtanol dan BioDiesel
Negara ini (dan seluruh negara-negara berkembang lainnya) adalah negara pecandu minyak nomor satu di dunia, sumberdaya alam yang tak bisa diperbaharui ini dieksploitasi dari dalam perut bumi untuk konsumsi industri, transportasi, dan rumah tangga. Sisa pembakarannya adalah CO, CO2, NO2, Pb, dan logam-logam berat lainnya dalam komposisi lebih kecil yang mencemari tanah, air, udara dan lapisan ozon, menyebabkan pemanasan global, kerusakan lingkungan dan mengganggu kesehatan, seperti infeksi saluran pernafasan, iritasi mata, dan lain-lain
Ada solusi penganti yang dari dulu hingga sekarang selalu dikebiri dan diintimidasi oleh kartel-kartel minyak, yaitu teknologi BioEtanol (BioAlkohol) dan BioDiesel yang mampu 100% menggantikan fungsi bensin dan solar. Ramah lingkungan, biodegradable, dan terbaharui.
Mengapa dikebiri? Karena apa jadinya perusahaan minyak, penopang 40% ekonomi dunia, jika teknologi ini diproduksi secara massal? perusahaan minyak akan bangkrut, investasi multimiliaran dolar di sektor migas akan terbuang. Jadi tidak aneh jika negara-negara donor selalu menekan negara berkembang untuk mencegah teknologi ini dijadikan killer-apps.
Di sisi lain negara-negara maju sudah mulai mengurangi konsumsi energi dari sektor migas dan beralih ke, BioElectric, BioGas, BioEtanol dan BioDiesel (curang bukan?), seperti Brazil yang merupakan negara terbesar penghasil BioEtanol berhasil menekan angka pencemaran lingkungan hingga 50% per tahun.
Pertanyaannya sekarang adalah, kita ini negara bebal atau negara blo’on? atau hanya karena Wapres bodoh seperti Jusuf Kalla dan Menteri korup seperti Aburizal Bakrie jadi motor penggerak kehancuran republik, lantas kita takut bersuara?
Popularity: 20% [?]
About this entry
You’re currently reading “BioEtanol dan BioDiesel,” an entry on www.triaji.net/blog
- Published:
- 17.10.05 / 10am
- Category:
- Environment, Indonesiana






36 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]