Stasiun Televisi di Bulan Suci

Stasiun televisi boleh lah meningkatkan rating siaran (istilah mereka: berpartisipasi di bulan suci) acara acara religi. Tapi mbok ya mereka juga harus mengerti esensi Bulan Suci Ramadhan. Dan artinya, tayangan-tayangan sensual juga harus dihilangkan.
Kalo yang baca blog ini direktur program televisi yang dimaksud, mereka pasti mengumpat-umpat saya dengan alasan ekonomi.
Ya, stralah! Saya hanya mencoba berdakwah, tidak diterima ya tidak apa-apa, yang bikin neraka kan bukan saya… :)

Comments (5)

kusaeniOctober 10th, 2005 at 11.09 am

setujjjuuuu sekali mas….., saya juga tidak suka dengan tanyangan di sela sahur dengan menampilkan banci atau laki2 ke wanita - wanita an.!

AjiOctober 10th, 2005 at 12.44 pm

Betul Kus…
Rasanya pemikiran kita juga perlu disampaikan pada para ‘ulama’ yang terlibat langsung dalam acara2 tersebut

bintangjatuhOctober 10th, 2005 at 2.43 pm

acara religi nya juga masih ada perempuan - perempuan tak ber-hijab, yah.. mudah - mudahan kita masih memegang bara api :)

Mas TomOctober 10th, 2005 at 2.46 pm

Terus terang meski jarang nonton tipi… tapi aku setuju 100% dengan pendapat yang bilang bahwa stasiun tipi jangan selalu mengedepankan kepentingan bisnis melalui program-program siarannya yang ironisnya justru tidak sejalan dengan semangat Ramadhan.

Weblog KuOctober 11th, 2005 at 7.34 am

Ramadhan dan TV

Sudah 4 hari ini kita umat muslim menjalani puasa wajib di bulan Ramadhan, selama puasa Ramadhan ini , 3 hari sebelumnya saya melalui saat - saat sahur di tempat kerja, karena mendapatkan giliran shift sore dan malam. Kebetulan kemarin, hari sabtu dan…

Leave a comment

Your comment